Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Desember 2022

Mengatasi Gigi Ngilu: Penyebab, Cara Mengatasinya, dan Tips Mengobati Rasa Sakit

Mengatasi Gigi Ngilu: Penyebab, Cara Mengatasinya, dan Tips Mengobati Rasa Sakit

 


Pemicu utama gigi ngilu biasanya adalah karies gigi atau kerusakan pada enamel gigi. Karies gigi terjadi ketika bakteri yang ada di mulut mengikis enamel gigi dan menyebabkan kerusakan pada lapisan terluar gigi. Hal ini dapat menyebabkan gigi menjadi lebih rentan terhadap rasa sakit dan ngilu.

Penyebab lain gigi ngilu adalah kekurangan vitamin D dan kalsium. Kedua nutrisi ini sangat penting untuk kesehatan gigi dan tulang, dan kekurangan kedua nutrisi ini dapat menyebabkan gigi menjadi lemah dan rentan terhadap rasa sakit.

Gigi ngilu juga dapat disebabkan oleh trauma pada gigi. Misalnya, jika Anda mengalami kecelakaan yang menyebabkan gigi Anda patah atau terluka, Anda mungkin akan mengalami rasa sakit dan ngilu di gigi tersebut.

Selain itu, gigi ngilu juga dapat disebabkan oleh penyakit periodontal, yaitu penyakit yang menyerang jaringan yang menopang gigi. Penyakit ini dapat menyebabkan gigi longgar dan mudah goyah, sehingga menyebabkan rasa sakit dan ngilu.

Untuk mengatasi gigi ngilu, pertama-tama Anda harus menjaga kesehatan mulut Anda dengan rajin menggosok gigi dan menggunakan obat kumur yang mengandung fluor. Anda juga harus menjaga asupan nutrisi yang seimbang agar tubuh Anda mendapatkan cukup vitamin D dan kalsium. Jika Anda merasa gigi Anda terus ngilu, segera konsultasikan dengan dokter gigi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Senin, 12 Desember 2022

Kenali Manfaat dan Cara Flossing untuk Gigi dan Mulut yang Lebih Sehat

Kenali Manfaat dan Cara Flossing untuk Gigi dan Mulut yang Lebih Sehat

Kenali Manfaat dan Cara Flossing untuk Gigi dan Mulut yang Lebih Sehat


Penggunaan dental floss atau benang gigi merupakan salah satu cara yang efektif untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut. Flossing atau menyikat gigi dengan benang gigi dapat membantu menghilangkan plak dan sisa makanan yang terjebak di antara gigi, yang bisa menyebabkan gigi berlubang atau mulut terasa sakit.

Flossing juga dapat membantu mencegah penyakit gusi, seperti gingivitis atau radang gusi, yang bisa menyebabkan gusi meradang, mengalami pendarahan, dan mengeluarkan nanah. Penyakit gusi yang tidak diobati dapat menyebabkan kehilangan gigi dan masalah kesehatan yang lebih serius, seperti penyakit jantung atau diabetes.

Flossing juga bisa membantu menjaga kesegaran mulut, menghilangkan bau mulut, dan membuat gigi terlihat lebih bersih dan sehat.

Untuk melakukan flossing dengan benar, pertama-tama ambil selembar benang gigi sepanjang 30-45 cm. Tarik sebagian benang gigi dan gesekkan ke antara gigi dengan gerakan melingkar atau menyikut. Gunakan floss yang baru untuk setiap gigi, dan pastikan untuk membersihkan bagian belakang gigi di sisi lidah.

Jangan terlalu memaksakan flossing, karena dapat menyebabkan iritasi atau luka pada gusi. Jika Anda memiliki gigi yang rapat atau gusi yang sensitif, gunakan benang gigi dengan bulu halus atau dental picks yang lebih lembut.

Flossing sebaiknya dilakukan setiap hari, terutama setelah makan. Jika Anda tidak terbiasa dengan flossing, mulailah dengan melakukannya secara teratur setiap hari, dan tingkatkan frekuensinya secara bertahap.

Selain menggunakan benang gigi, Anda juga dapat memelihara kesehatan gigi dan mulut dengan menggunakan air garam atau air laut untuk menggosok gigi, atau menggunakan obat kumur yang mengandung fluor

Minggu, 11 Desember 2022

Apa itu Stomatitis Atau Sariawan, Bagaimana cara penanganannya?

Apa itu Stomatitis Atau Sariawan, Bagaimana cara penanganannya?

Stomatitis Atau Sariawan

Stomatitis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan peradangan pada mulut, termasuk pada lidah, gusi, dan selaput lendir di dalam mulut. Stomatitis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi virus atau bakteri, reaksi alergi terhadap obat-obatan tertentu, atau kondisi kesehatan lain seperti sistem kekebalan tubuh yang lemah. Gejala stomatitis biasanya berupa bercak merah pada mulut, rasa sakit yang hebat, dan sulit untuk menelan atau mengunyah makanan.

Sariawan, secara teknis, adalah jenis stomatitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur. Sariawan biasanya terlihat sebagai bercak putih atau kuning di dalam mulut, yang dapat menyebabkan rasa sakit dan perih. Sariawan dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Penanganan stomatitis atau sariawan tergantung pada penyebabnya. Dalam beberapa kasus, gejala dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan lembut dan mengikuti pola makan yang sehat, serta menjaga mulut tetap bersih dengan menyikat gigi secara teratur. Namun, jika gejala stomatitis atau sariawan tidak membaik setelah beberapa hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan atau menyarankan tindakan medis lain untuk mengatasi peradangan dan mengurangi rasa sakit. 

Jumat, 21 Oktober 2022

Manfaat Tablet Tambah Darah

Manfaat Tablet Tambah Darah



Zat besi  atau tablet tambah darah sangat berperang penting terutama untuk ibu hamil, sebab ibu hamil yang kekurangan zat besi bisa terjadi perdarahan pasca salin dan selain itu janin kemungkinan besar bisa lahir prematur, bukan hanya itu bayi yang lahir dengan kekurangan zat besi akan memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda dengan bayi yang lahir dengan zat besi yang cukup.

Karena kita sudah tau dampak buruk dari kekurangan zat besi, mari kita lihat manfaat dari zat besi itu sendiri.

Manfaat Zat Besi (Fe)

Zat besi (Fe) berperan sebagai sebuah komponen yang membentuk mioglobin, yakni protein yang mendistribusikan oksigen menuju otot, membentuk enzim, dan kolagen. Selain itu, zat besi juga berperan bagi ketahanan tubuh.

Tablet zat besi (Fe) penting untuk ibu hamil karena memiliki beberapa fungsi berikut ini:

  • Menambah asupan nutrisi pada janin
  • Mencegah anemia defisiensi zat besi
  • Mencegah pendarahan saat masa persalinan
  • Menurunkan risiko kematian pada ibu karena pendarahan pada saat persalinan

 ✍️ Sumber Makanan Dengan Kandungan Zat Besi

Ibu hamil harus mengonsumsi makanan dengan kandungan zat besi tinggi, seperti biji-bijian, daging merah, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan hati. Konsumsi vitamin C yang cukup juga dapat meningkatkan proses penyerapan zat besi di dalam tubuh.

Kebutuhan Zat Besi (Fe) di Masa Kehamilan

Kebutuhan kandungan zat besi (Fe) pada ibu hamil adalah sekitar 800 mg. Adapun kebutuhan tersebut terdiri atas 300 mg yang dibutuhkan untuk janin dan 500 gram untuk menambah masa hemoglobin maternal. Kelebihan sekitar 200 mg dapat diekskresikan melalui usus, kulit, dan urine. Pada makanan ibu hamil, tiap 100 kalori dapat menghasilkan sebanyak 8-10 mg Fe.

Untuk perhitungan makan sebanyak 3 kali, dengan kalori sebanyak 2500 kal dapat menghasilkan 20-25 mg zat besi setiap harinya. Selama masa kehamilan lewat perhitungan 288 hari, wanita hamil bisa menghasilkan zat besi sekitar 100 mg. Dengan demikian, kebutuhan Fe (zat besi) masih kurang pada wanita hamil sehingga membutuhkan asupan tambahan berupa tablet Fe.

Banyak ibu hamil yang tidak mengkonsumsi zat besi dikarenakan ennak atau merasa tidak nyaman saat meminumnya namun ternyata itu Bisa diatasi denganengkonsumsi zat besi saat akan tidur dimalam hari.

Semoga bermanfaat yaa bunda !!

Senin, 15 Agustus 2022

Bagaimana Memilih Sikat dan Pasta Gigi untuk Anak?

Bagaimana Memilih Sikat dan Pasta Gigi untuk Anak?

Bermula dari saat gigi pertama Si Kecil mulai tumbuh, Bunda mungkin sudah mulai mencari sikat gigi dan pasta gigi yang sesuai. Namun, Perlu diperhatikan bahwa seperti apa sih sikat dan pasta gigi yang tepat untuk sang anak? 

Perawatan gigi untuk Si Kecil memang sudah seharusnya dimulai sejak dini, yaitu sejak gigi pertamanya muncul. Hal ini bisa di mulai dengan menggunakan kain lembut untuk membersihkan giginya hingga sikat gigi berbulu halus yang ditujukan untuk anak-anak.

Tips Memilih Sikat dan Pasta Gigi untuk Anak

Dengan melakukan perawatan gigi sejak dini, hal ini akan menurunkan risiko terjadinya gigi busuk dan berlubang yang bisa mengganggu tumbuh kembang Si Kecil.

1. Pilih sikat gigi khusus anak

Sikat gigi yang didesain khusus untuk anak umumnya memiliki kepala sikat berbentuk oval, berukuran kecil, dengan gagang berbahan antislip yang nyaman digenggam oleh anak. Biasanya, sikat gigi untuk anak tersedia dalam banyak warna dan karakter kartun yang disukai oleh Si Kecil.

Selain sikat gigi manual, saat ini juga sudah ada sikat gigi elektrik yang ditujukan khusus untuk anak. Bahkan, beberapa merek sikat gigi elektrik pun sudah dilengkapi dengan fitur musik yang bisa membuat aktivitas menyikat gigi Si Kecil menjadi lebih menyenangkan.

2. Pilih sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut

Bulu sikat gigi juga harus menjadi perhatian Ayah dan Bunda saat akan memilih sikat gigi untuk Si Kecil. Pasalnya, jika tidak hati-hati dan bulu sikatnya terlalu kasar, ini justru bisa memicu iritasi, luka, bahkan kerusakan pada gigi, lho. Oleh karena itu, pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut ya, Bun.

Selain itu, jangan lupa juga untuk rutin mengganti sikat gigi Si Kecil setelah 3–4 bulan pemakaian atau bulu dan kepala sikatnya sudah terlihat usang.

3. Pilih pasta gigi yang mengandung flouride

Poin ini juga tak kalah penting nih untuk Bunda perhatikan. Pada saat gigi pertamanya tumbuh hingga usianya 18 bulan, anak dianjurkan untuk menyikat gigi hanya dengan menggunakan sikat gigi dan air saja.

Pasta gigi baru boleh digunakan saat usia anak sudah 18 bulan. Nah, saat Si Kecil sudah berada di usia ini, pilihlah pasta gigi yang mengandung flouride. Untuk anak usia 18 bulan sampai 6 tahun, disarankan menggunakan pasta gigi hanya sebesar biji beras ya, Bun.

4. Hindari pasta gigi dengan bahan aktif yang keras

Bunda dan Ayah harus jeli membaca bahan-bahan yang terkandung dalam pasta gigi yang akan diberikan ke Si Kecil. Karena, beberapa bahan aktif pada sikat gigi diketahui dapat menimbulkan kerusakan gigi dan masalah pada mulut anak.

Oleh karena itu, hindari memberikan anak pasta gigi yang mengandung sodium lauryl sulfate (SLS), minyak esensial, atau bahan yang bisa memicu iritasi. Selain itu, pilih juga pasta gigi yang tidak disertai dengan gula tambahan.

Setelah mengetahui tips memilih sikat dan pasta gigi untuk anak, agar kesehatan gigi dan mulut Si Kecil tetap terjaga, jangan lupa untuk menerapkan kebiasaan sikat gigi 2 kali sehari, membatasi konsumsi makanan manis, dan selalu awasi Si Kecil saat menyikat gigi.

Selain itu, lakukan juga pemeriksaan rutin ke Pelayanan kesehatan gigi minimal 6 bulan sekali. Hal ini bertujuan agar kondisi gigi dan mulut Si Kecil bisa selalu terpantau, sehingga jika ada masalah pada gigi atau mulutnya, Tenaga kesehatan gigi  bisa mendeteksi dan memberikan penanganan sejak dini.

Jika Bunda masih bingung seputar pemilihan sikat dan pasta gigi atau Si Kecil mengalami masalah pada gigi dan mulutnya, jangan ragu untuk berkonsultasi ke petugas kesehatan gigi dan mulut.


source: Alodokter

Minggu, 14 Agustus 2022

Apa penyebab gigi susu terlambat tumbuh?

Apa penyebab gigi susu terlambat tumbuh?

Beberapa orang tua tidak tahu jika mengamati perkembangan gigi susu anak sangat penting untuk tumbuh kembang  anak. Dimulai dari kemunculan gigi susu, lalu kemudian tanggal, dan akhirnya tumbuh gigi permanen. Semua proses tersebut jika gigi dirawat dengan baik, maka akan berpengaruh positif terhadap tumbuh kembang anak.

Gigi Susu sangat penting sama halnya dengan gigi dewasa, hal ini dikarenakan :

Beberapa orang tidak tahu jika mengamati perkembangan gigi susu anak sangat penting untuk tumbuh kembang  anak. Dimulai dari kemunculan gigi susu, lalu kemudian tanggal, dan akhirnya tumbuh gigi permanen. Semua proses tersebut jika gigi dirawat dengan baik, maka akan berpengaruh positif terhadap tumbuh kembang anak.
Gigi Susu sangat penting sama halnya dengan gigi dewasa, hal ini dikarenakan :

1. Mengatur posisi gigi

Sebelum gigi dewasa tumbuh, gigi susu seperti “menjaga tempat” agar nantinya pertumbuhan gigi dewasa berada di tempat yang benar. Jika gigi susu tanggal sebelum waktunya, akan merusak tatanan gigi di sekitarnya akibat kurangnya ruang untuk dimasuki gigi permanen ataupun terhalang untuk tumbuh.

2. Menentukan kesehatan gigi permanen

Sering kali orang tua beranggapan bahwa jika gigi susu si Kecil rusak, masalah akan teratasi dengan dicabut. Padahal, tidak sesimpel itu, lho. Gigi bayi jauh lebih kecil dengan email (lapisan terluar) yang tipis. Inilah yang menyebabkan gigi berlubang dapat menyebar dengan sangat cepat. Nah, jika gigi berlubang dibiarkan dan tidak diobati, gigi susu dapat mengalami infeksi dan abses. Akibatnya, ini dapat menghambat perkembangan gigi, lalu menyebabkan kerusakan pada gigi permanen di bawahnya.

3. Menunjang kesehatan dan nutrisi si Kecil

Fungsi utama gigi untuk mengunyah makanan padat dengan baik, bisa terganggu jika gigi si Kecil sudah rusak sejak dini. Selain itu, berisiko terbentuknya infeksi dan berkembang menjadi abses gusi (terbentuknya kantong atau benjolan berisi nanah pada gusi).
Bukan hal sepele, abses gusi bisa menyebabkan komplikasi serius, yang dapat menyebar ke area tubuh lain, bahkan hingga ke organ otak. Jadi, perlu mendapatkan penanganan yang tepat.

4. Gangguan bicara

Organ mulut merupakan elemen utama agar si Kecil bisa berbicara dengan baik dan jelas. Kerja sama antara bibir, lidah, hingga gigi ikut membentuk suara. Dengan adanya gigi susu dan didukung dengan posisi yang tepat, maka terbentuk pengucapan yang benar selama berbicara. Struktur gigi juga menunjang otot-otot wajah untuk berkembang dan memberi bentuk pada wajah si Kecil.

5. Berkontribusi pada kualitas konsentrasi dan harga diri (self-esteem)

Nyeri di bagian apa pun, sudah pasti akan membuat tidak nyaman, termasuk sakit gigi. Jika gigi susu si Kecil sudah rusak dan berlubang di usia 3 tahun, tak heran ini bisa memengaruhi kualitas belajar anak. Ditambah lagi, gigi yang tidak dirawat dan kotor akan menyebabkan pembusukan gigi hingga menimbulkan efek samping, seperti bau mulut, gigi hitam, dan lain-lain. Tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap kepercayaan diri si Kecil ketika ia memasuki lingkungan sosial selain lingkungan keluarga inti. Semua manfaat gigi susu yang sudah dipaparkan tentunya akan bisa didapatkan jika si Kecil dibiasakan merawat gigi dan mulutnya dengan baik. Dengan dimulai sejak dini, akan membantu menjaga kesehatan gigi permanennya seumur hidup.

Gigi Bisa Terlambat Tumbuh karena beberapa Faktor

1. Genetik

Jika salah satu dari orang tua memiliki riwayat keterlambatan pertumbuhan gigi, maka memang harus bersiap hal tersebut bisa terjadi juga pada si Kecil. Faktor ini juga patut Mums dan Dads telusuri jika anak 18 bulan belum terlihat gigi susu yang tumbuh.

2. Fibrosis

Kondisi gusi terlalu tebal, sehingga menyulitkan erupsi (tumbuhnya gigi).

3. Kekurangan Nutrisi

Sudah pasti, nutrisi yang tidak memadai dapat menghambat pertumbuhan tulang dan jaringan. Maka, pastikan si Kecil mendapatkan gizi yang cukup dan seimbang, terutama ketika sudah memasuki usia makan makanan padat.

4. Penyakit dan obat-obatan

Beberapa penyakit yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh, seperti anemia, kanker, dan HIV. Sementara, obat-obatan tertentu seperti kemo dan fenitoin juga terkait dengan keterlambatan tumbuh gigi pada bayi

5. Cedera

Cedera yang tidak disengaja pada tulang rahang dapat merusak kuncup gigi di dalam gusi, sehingga menyebabkan gigi tertunda atau tidak tumbuh.

6. Impaksi Gigi

Kondisi ini terjadi ketika gigi tersangkut di gusi karena kurangnya ruang, adanya kista, atau berposisi miring, sehingga menyebabkan keterlambatan erupsi.

Referensi: Guesehat.com